Otak si kecil tumbuh pada tingkat yang luar biasa pada masa kehamilan. Pada usia kandungan empat minggu, otaknya tidak lebih besar dari sebutir garam, dan pada usia tujuh minggu, besarnya pun tidak lebih dari setengah cm. Tapi, perkembangan ini pun melesat ketika menuju ke trisemester terakhir dan besar otak si kecil pun naik hingga 260 persen! Sebagian besar dari pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan pembentukan sel-sel otak yang sangat cepat. Pada saat si kecil lahir, ia memiliki 100 miliar neuron yang berhubungan satu sama lain dan menciptakan jaringan pesan yang rumit. Para ilmuwan pun berpendapat bahwa ini adalah sistem biologis yang paling kompleks di dunia. Berikut adalah penjelasan mengenai perkembangan otak yang tidak bisa Ibu lihat, tetapi bisa Ibu hargai.

Kemampuan Kognitif

Secara teknis, perkembangan otak si kecil dimulai pada minggu ketiga kehamilan, dimana sel-sel dengan cepat menggandakan dirinya dan membentuk lempeng saraf. Struktur ini akhirnya melipatkan dirinya dan menjadi tabung saraf yang akhirnya menjadi otak depan, otak tengah, otak belakang, dan sumsum tulang belakang. Pada lima minggu awal setelah pembuahan, neuron, sel otak yang memproses informasi yang menyampaikan sinyal ke seluruh sistem saraf pusat, mulai terbentuk, terbagi, dan berlipat ganda pada daerah ini di dalam otak si kecil. Periode berkembangnya neuron paling aktif berlangsung selama pertengahan trimester kedua, ketika 250.000 neuron dibuat setiap menitnya. Neuron mulai bermigrasi ke berbagai daerah otak si kecil di mana mereka mempunyai peran tertentu, seperti menafsirkan suara, menyimpan memori, dan membentuk hubungan dengan neuron lain.

Selama aktivitas tinggi ini, cerebral cortex (bagian yang berhubungan dengan fungsi otak yang lebih tinggi, seperti bahasa dan pemikiran abstrak) tumbuh lebih cepat daripada struktur otak lainnya. Pada usia kehamilan tujuh bulan, cerebral cortex menjadi tempat bagi 70% dari neuron di otak si kecil. Dengan usia kehamilan delapan bulan, korteks pendengaran, korteks visual, dan area Broca (bagian otak yang berhubungan dengan memproduksi kemampuan bicara) mulai berfungsi yang membuat si kecil mempunyai kemampuan dasar untuk menafsirkan pemandangan, suara, dan juga untuk membedakan bahasa.

Kemampuan Motorik

Setiap si kecil yang baru lahir ke dunia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup secara fisik. Otak dan saraf mereka dikembangkan untuk dapat mengendalikan refleks dasar dan fungsi-fungsi vital seperti bernapas, mengisap, menelan, dan tidur. Seperti yang mungkin Ibu telah sadari, refleks fisik mulai berkembang selama bulan ketiga kehamilan, saat si kecil mampu bereaksi terhadap rangsangan dengan menggerakkan lengan dan menendang dengan kakinya. Dalam bulan yang ketujuh, proses mielinasi dimulai, dimana zat berbasis lemak dan rapat yang terbentuk di sepanjang koneksi antara neuron. Hal ini memungkinkan sinyal untuk lewat diantaranya dengan kecepatan tinggi. Diantara neuron pertama yang menjalani proses mielinasi adalah bagian yang terletak di daerah otak yang bertanggung jawab untuk perkembangan motorik (batang otak dan sumsum tulang belakang) dan bagian inilah yang akan sepenuhnya berkembang ketika si kecil lahir.

Menariknya, walaupun si kecil masih berada dalam kandungan, stimulus eksternal dapat memiliki peran yang penting dalam perkembangan refleksnya. Pada minggu ke-16, saat proses pembentukan telinga, si kecil dapat mendengar suara (walaupun bukan mengartikannya). Dan pada minggu ke-25, si kecil akan merespon suara dari luar rahim seperti musik atau suara Ibu dengan cara menendang atau bergerak. Pada tiap tendangan dan gerakan, beberapa neuron sedang berlatih dan berpacu untuk membentuk beberapa koneksi lain. Hal ini juga memperkuat fungsi motorik, secara keseluruhan dan bertahap, untuk memiliki gerakan yang lebih terkoordinasi, kompleks, dan tenang. Ibu akan menyaksikan hal ini ketika si kecil berusia satu tahun.