Sepanjang masa kehamilan, akan ada berbagai tes yang dilakukan dokter untuk memastikan kesehatan janin. Berikut adalah hal-hal yang perlu Ibu ketahui tentang kunjungan pertama kehamilan, USG, dan tes kehamilan lainnya.

Kunjungan Pertama Kehamilan

Konfirmasi Kehamilan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa Ibu benar-benar hamil. Setelah itu, Ibu akan mendapat pertanyaan seputar gejala kehamilan seperti mual-mual, sakit kepala, atau gejala lainnya. Pastikan Ibu tahu kapan tanggal terakhir menstruasi, agar dokter dapat menghitung perkiraan waktu kelahiran.

Konsultasi

Inilah saatnya Ibu memberikan seluruh data seputar riwayat medis, ginekologis, dan gaya hidup. Berikan penjelasan yang jujur dan mendetail, demi kebaikan semua pihak.

Pengukuran.

Dokter akan mengukur berat dan tinggi badan, memeriksa tekanan darah, serta memeriksa leher rahim (cervix) dan rahim Ibu untuk mengukur perkembangan. Pemeriksaan pertama biasanya yang paling lama dibanding pemeriksaan-pemeriksaan berikutnya.

Pemeriksaan.

Dokter kemungkinan akan memberikan beberapa tes darah, untuk memeriksa golongan darah, anemia, dan paparan penyakit seperti rubella. Selain itu, akan dilakukan juga tes urin untuk memeriksa kadar gula, protein dan bakteri. Saat ini juga bisa jadi saatnya Ibu melakukan pap smear.

USG Kandungan

Pemeriksaan.

Antara minggu ke 16-20, si kecil akan difoto untuk pertama kalinya. Dokter akan menggunakan mesin yang mengirimkan gelombang suara melalui cairan dalam rahim untuk menghasilkan sebuah gambar, atau yang biasa disebut sonogram: gambar bagian dalam tubuh Ibu yang dihasilkan melalui gelombang suara berfrekuensi tinggi. Proses ini tidak menyakitkan, melainkan sangat menyenangkan dan memiliki banyak kegunaan.

Ultrasound (USG) dapat mengkonfirmasi kehamilan, menentukan secara akurat usia bayi di bawah 20 minggu, serta mengetahui apakah janin yang dikandung adalah kembar. Dokter juga dapat mengevaluasi pertumbuhan janin, jenis kelamin, bahkan kemungkinan risiko.

Ultrasound Level 1.

Jenis yang paling umum, biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dan dilakukan langsung di ruangan dokter. Setelah meminum beberapa gelas air, Ibu akan diminta untuk berbaring. Dokter akan mengoleskan gel ke atas perut, kemudian meletakkan dan menggerakkan alat semacam tongkat di atasnya. Alat ini mengirimkan gelombang suara ke rahim, yang akan dipantulkan kembali dalam bentuk gambar di layar. Dokter kemudian akan memberikan penjelasan, seperti menunjukkan bagian jantung, kaki-tangan, jari tangan dan kaki, bahkan kelamin janin. Jangan lupa meminta cetakan foto untuk kenang-kenangan.

Ultrasound Level 2.

Pemeriksaan yang lebih menyeluruh, biasanya dilakukan saat kehamilan berisiko tinggi dan setelah ditemukan penyimpangan saat ultrasound Level 1. Pemeriksaan ini biasanya membutuhkan waktu lebih dari satu jam, yang meliputi:

Pengukuran panjang janin untuk memastikan pertumbuhannya baik dan sesuai jadwal.

  • Ginjal, kandung kemih, perut, otak, tulang belakang, organ kelamin, dan semua bilik jantung akan diperiksa, untuk memastikan perkembangan yang normal.

  • Pemeriksaan terhadap cairan ketuban, denyut jantung janin dan posisi plasenta.

Pemeriksaan Kehamilan Lainnya

Pemeriksaan Darah dan Glukosa.

Pada masa kehamilan, kemungkinan besar akan dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan Ibu tidak mengalami anemia atau kekurangan zat besi.

Antara minggu ke 24 dan 28, biasanya dilakukan pemeriksaan kadar gula dalam darah untuk mendeteksi diabetes gestasional. Setelah meminum larutan gula, darah akan diambil untuk diperiksa kadar gulanya. Kadar gula yang tinggi mengindikasikan diabetes gestasional, sebuah kondisi sementara yang dapat diobati.

Amniosentesis.

Biasanya  dilakukan antara minggu ke 16 kehamilan dan 18 kehamilan, pemeriksaan ini umumnya ditujukan pada Ibu yang pernah melahirkan anak dengan kelainan genetik, atau yang berusia di atas 35 tahun. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sejumlah kecil cairan ketuban dengan jarum, dan dapat menunjukkan pertumbuhan janin, termasuk perkembangan paru-parunya. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi kebanyakan kelainan genetik.

Pemeriksaan Alpha-Fetoprotein.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan antara minggu ke 16 dan 18 ini membantu mendeteksi kelainan pada perkembangan sistem saraf, seperti spina bifida. Hasil tes yang positif membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Chorionic Villus Sampling (CVS).

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kelainan seperti Down Syndrome. Dilakukan antara minggu ke 8 dan 12, dengan memasukkan tabung panjang dan tipis ke dalam rahim melalui vagina, atau dengan jarum yang dimasukkan melalui perut ke dalam rahim dan plasenta. Karena CVS dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, diskusikan dulu dengan dokter sebelum melakukannya.

Akurasi Hasil Pemeriksaan

Sayangnya, setiap pemeriksaan kehamilan berisiko memberikan hasil yang tidak sesuai dengan kenyataan. Bisa jadi hasil pemeriksaan mengindikasikan adanya kelainan meskipun pada kenyatannya tidak ada. Diskusikan setiap hasil pemeriksaan dengan dokter, dan tanyakan bagaimana hasil tersebut dapat diperoleh. Selain itu, mencari pendapat dari dokter lain juga tidak ada salahnya.