Perubahan yang terjadi pada isi perut si kecil mungkin saja normal. Untuk bayi, dibutuhkan sekitar beberapa minggu untuk mulai mempunyai rutinitas yang reguler. Karena otot abdominal bayi relatif lemah, si kecil harus bekerja keras untuk mengeluarkan poop walaupun ia tidak sedang mengalami konstipasi.

Si kecil mungkin mengalami konstipasi apabila ia berusaha lebih keras dari biasanya untuk mengeluarkan poop, dan jika poop-nya kecil namun keras seperti kerikil, atau relatif besar dari biasanya. Si kecil mungkin juga akan mengangkat kedua kakinya hingga ke perut dan menggeram atau menangis saat mengeluarkan poop, dan mungkin mendapati adanya darah pada bagian luar poop.

Apa yang terjadi: Konstipasi mungkin terjadi saat si kecil dalam masa transisi dari ASI ke susu lainnya, mulai mengonsumsi makanan padat, atau jika terlalu cepat diperkenalkan dengan makanan padat. Suplemen zat besi juga bisa menjadi penyebabnya. Pada kasus yang langka, konstipasi yang kronis bisa menjadi tanda adanya gangguan medis.

Tips:

  • Jika si kecil cukup usia untuk makanan padat, cobalah makanan kaya serat – seperti puree buah atau sayur yang kaya serat seperti apricot, kacang polong, brokoli, atau bayam.

Hubungi dokter apabila si kecil:

  • Di bawah usia 4 bulan dan memiliki gejala konstipasi

  • Mengalami rasa sakit, pendarahan pada dubur, atau konstipasi berlanjut

  • Ingin Ibu berikan makanan bayi atau minuman untuk meringankan konstipasi