Sistem pencernaan bayi mengalami pertumbuhan pesat selama empat minggu pertama setelah kelahiran.
 

Pertumbuhan penting untuk diingat:

Ruang dalam perut lebih banyak untuk ASI. Pada hari ketiga, ukuran lambung si kecil meningkat 3 hingga 5 kali lipat seukuran kepalan tangan si kecil. Pada hari ke-10, lambung si kecil akan sebesar buah kenari atau seukuran bola ping-pong. Dinding lambung akan lebih fleksibel dalam tiga hari setelah kelahiran, dan ASI dapat tersalurkan dari lambung hingga ke usus dengan lancar. Sebagai hasilnya, tegukan mungil si kecil perlahan semakin besar dan lancar.

Sering buang air kecil dan buang air besar. Pada hari ke 4 si kecil akan menghasilkan sekitar enam atau lebih popok basah dan akan buang air empat kali dalam sehari. Jika Ibu menyusui, pada awalnya kotoran si kecil akan berwarna hijau gelap dan kental, seterusnya akan berubah warna menjadi kuning dan lebih cair. Apabila si kecil mencerna susu formula, maka hasil kotorannya akan berwarna coklat terang dan lengket.

Gumoh. Sekitar 85% dari bayi akan mengalami gumoh pada minggu pertama setelah lahir. Alasannya adalah: esophageal sphincter bawah katup dalam lambung yang menampung susu dan makanan agar tidak keluar melalui kerongkongan sering sekali beristirahat. Berbaring sambil makan dan hanya mengonsumsi cairan (seperti semua bayi baru lahir) akan meningkatkan risiko seringnya gumoh. Biasanya masalah ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6 hingga 10 bulan.

Kolik dan bayi rewel. 4 dari 10 bayi akan mengalami kolik dan biasanya menangis, rewel, serta ketidaknyamanan, dan kembung yang biasanya mulai di antara minggu ke-3 dan ke-6 setelah lahir dan berakhir pada saat bayi berusia 3 sampai 4 bulan. Para ahli belum dapat menentukan penyebabnya, tapi menurut teori terkemuka, beberapa alasannya termasuk sistem pencernaan bayi yang belum sempurna, sensitivitas atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan, menelan udara saat menyusu, dan kebutuhan akan kenyamanan atau stimulan. Si kecil mungkin akan bereaksi terhadap kandungan dalam susu formula atau makanan yang dimakan Ibu dan tersalurkan melalui ASI.

Isyarat “aku lapar” dan “aku kenyang”. Merespon kepada isyarat lapar dan kenyang pada si kecil, disebut sebagai menyusui “sesuai permintaan”. Ibu mungkin memberi makan setiap satu hingga tiga jam dengan cara ini, atau menyusui dengan botol setiap tiga hingga empat jam. Memberi makan sesuai permintaan membantu Ibu mengisi persediaan ASI apabila Ibu menyusui. Merespon pada tanda-tanda yang diberikan si kecil membantunya belajar sesuatu yang penting baginya di masa depan nanti: makan pada saat lapar dan berhenti pada saat kenyang.

Tanda-tanda si kecil lapar:

  • Menggerakkan kepala dari sisi ke sisi

  • Membuka mulut

  • Mengeluarkan lidah

  • Menggerakkan tangan dan mengisap kepalan

  • Mengerutkan bibirnya seakan mengisap

  • Mengusapkan kepala pada payudara Ibu

Tanda-tanda si kecil kenyang atau mendapat cukup asupan:

  • Menutup mulutnya dengan merapatkan bibirnya.

  • Mengalihkan kepala seakan menghindari payudara.

  • Mengurangi atau berhenti mengisap

  • Melepaskan mulut dari puting

  • Tertidur