Dari penyebab dan gejala konstipasi pada bayi hingga cara menanganinya, dapatkan fakta yang penting untuk Ibu ketahui.

Sangat wajar jika si kecil tampak sedang mengalami konstipasi. Ada banyak alasannya, terutama pada bayi yang sering dibaringkan dalam posisi terlentang, karena akan lebih sulit untuk sistem pencernaannya bekerja (tidak seperti anak-anak yang sudah lebih besar, yang telah memiliki gravitasi untuk bantu mendorong sesuatu keluar). Feses si kecil mungkin berjalan lambat melalui jalur pencernaan, yang menyebabkan fesesnya menjadi keras dan kering. Semua perubahan pada makanan si kecil di tahun pertama juga dapat mempengaruhi sistem pencernaannya.

Fakta-fakta lainnya yang perlu Ibu ketahui tentang konstipasi dan mitos apa yang sebaiknya Ibu abaikan?

Jika si kecil mengejan, maka sudah pasti ia mengalami konstipasi.

Mitos. Secara umum bayi akan mengejan ketika mereka sedang buang air besar; ini sebenarnya normal dan bukan gejala konstipasi. Lalu sebenarnya apa yang terjadi? Otot di perut si kecil masih dalam perkembangan, dan jalur pencernaannya juga bekerja keras. Tentu saja ini perlu beberapa usaha, tapi semuanya normal.

Sebaiknya si kecil buang air besar setiap hari

Mitos. Setiap bayi itu berbeda, dan reaksi mereka terhadap susu formula juga berbeda-beda. Hampir semua bayi yang diberikan susu formula akan buang air besar setidaknya satu kali sehari, namun apabila kurang dari itu sebenarnya merupakan hal yang normal. Bayi yang mengonsumsi ASI biasanya akan buang hari setiap hari pada satu bulan pertamanya, namun setelah itu, mereka dapat tidak buang air besar untuk beberapa hari atau bahkan seminggu. Ini akan membuat Ibu berpikir bahwa si kecil mengalami konstipasi, namun sebenarnya hal ini normal terjadi. Selama feses si kecil lembut, artinya ia baik-baik saja.

Olahraga untuk si kecil dapat membantunya buang air besar.

Fakta. Angkat lutut si kecil dan tekan dengan perlahan ke arah perutnya lalu ulangi pada kaki sebelahnya. Ulangi olah raga ini semampu si kecil (beberapa bayi sangat menyukai gerakan ini, ia akan tersenyum dan bahkan tertawa). Gerakan ini membantu memperlancar pergerakan di dalam sistem pencernaan si kecil.

Konstipasi bisa terjadi karena faktor keturunan di keluarga.

Fakta. Jika orang tua mempunyai gangguan konstipasi, biasanya si kecil juga akan mengalaminya. Ini mengapa penting untuk mengetahui tanda-tandanya dan menerapkan pola makan yang baik diikuti dengan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat sejak dini.

Ketahui Lebih Banyak

Dapatkan informasi lebih banyak dari penelitian terkini mengenai konstipasi yang dialami si kecil di Konstipasi Bayi: Yang Dokter Ketahui.