Poop bayi adalah salah satu indikator untuk mengetahui kesehatan pencernaan sang buah hati. Pasalnya, dari bentuk poop bayi, Ibu dapat mengetahui apakah bayi Ibu sehat atau ia sedang mengalami masalah pencernaan seperti diare, sembelit atau bahkan mengalami reaksi alergi melalui bentuk dan teksturnya.

Berikut adalah beberapa bentuk poop bayi dan indikasinya yang perlu Ibu ketahui:

  1. Poop bayi berbentuk cair. Bentuk poop bayi cair biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir. Warna poop kuning-kehijauan gelap atau yang biasa disebut dengan poop mekonium. Bentuk poop bayi cair disebabkan karena poop tersebut berasal dari cairan ketuban yang ditelan oleh si kecil saat ia masih berada di dalam kandungan.

Mekonium dapat keluar dengan cepat saat bayi telah disusui oleh Ibu, karena kandungan pada ASI dapat merangsang sistem pencernaan bayi yang baru lahir, sehingga menyebabkan mekonium cepat keluar. Bayi yang mendapatkan susu formula juga memiliki poop dengan konsistensi lembek dan cair, walaupun agak lebih padat bila dibandingkan dengan poop bayi dengan ASI eksklusif.

Bentuk poop cair juga dimiliki oleh bayi yang sedang mengalami diare. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah masalah frekuensinya. Bayi yang mengalami diare, selain

konsistensi poop nya cair, maka frekuensi pup nya pun meningkat dibandingkan pola normalnya. Selain itu, bayi juga menjadi rewel karena merasa tubuhnya tidak nyaman.

  1. Bentuk poop bayi mengandung butiran. Biasanya, ini adalah ciri poop bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. 

Tak hanya itu, frekuensi BAB bayi juga bervariasi, bahkan ada bayi yang tidak poop hingga 7-10 hari. Jika Ibu mendapati poop si kecil seperti ini, tidak perlu kuatir, karena itu adalah hal yang normal.

  1. Bentuk poop bayi padat. Saat bayi sudah mengonsumsi makanan padat, maka bentuk poop bayi akan berubah menjadi warna cokelat atau cokelat tua dengan tekstur yang padat, namun masih tetap lembek. Aroma poop si kecil pun lebih berbau.

Ibu juga tak perlu kaget saat menemukan potongan sisa makanan pada poop si kecil, seperti warna merah saat ia makan bit, warna oranye saat ia makan wortel, dan lainnya. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena beberapa makanan hanya bisa sebagian dicerna oleh si kecil atau sudah berada di dalam usus si kecil, sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan-makanan tersebut.

  1. Bentuk poop bayi keras. Bentuk poop bayi yang keras disebabkan karena si kecil mengalami konstipasi atau sembelit (susah buang air besar). Konstipasi umumnya terjadi saat si kecil mulai mengonsumsi makanan padat, karena sebelumnya ia hanya mengonsumsi ASI. Hal ini biasanya disebabkan juga oleh jenis makanan yang kurang serat dan kurang kandungan air.

Kondisi tersebut seringkali membuat si kecil menjadi tidak nyaman, menangis secara histeris bahkan mengalami kesakitan saat akan buang air besar (BAB). Si kecil juga seringkali menolak untuk melakukan buang air besar. Padahal, menahan BAB justru akan membuatnya kesakitan saat buang air besar, dikarenakan konsistensi poop yang keras.

Sumber:

http://www.webmd.com/parenting/baby/features/truth-about-baby-poop

http://www.babycenter.com/0_baby-poop-a-complete-guide_10319333.bc

http://www.babycenter.com/baby-poop-photos

http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/baby-poop/faq-20057971