Kesehatan bayi jelas merupakan hal utama yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Salah satu yang dapat kita perhatikan dan amati adalah kesehatan pencernaannya. Pencernaan bayi dapat diamati salah satunya dari bentuk, warna, konsistensi dan frekuensi poopnya.

Pada dasarnya poop bayi akan berubah-ubah seiring bertambahnya usia bayi dan tergantung juga pada apa yang dikonsumsinya, apakah ASI eksklusif, apakah susu formula, atau apakah bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat.

Ketika pertama kali poop, bayi akan mengeluarkan Mekonium. Mekonium merupakan poop pertama bayi yang merupakan cairan ketuban yang tertelan bayi saat masih dalam kandungan. Setelah meconium keluar, akan terjadi perubahan pada poop, mulai dari banyak poop, warna poop dan konsistensi poop bayi patut menjadi perhatian orang tua, karena hal ini mengindikasikan apakah bayi sudah menerima ASI atau susu formula yang sudah dapat memenuhi nutrisi tubuhnya. Demikian juga ketika si kecil mulai mengonsumsi makanan padat.

Pada beberapa kondisi tertentu, si kecil dapat mengalami gangguan pencernaan dan hal ini dapat terlihat dari bentuk, warna, dan konsistensi poop-nya.
Lalu apa saja tanda-tanda ketika poop si kecil harus diwaspadai?

• Poop cair atau lebih sering dari frekuensi normal menandakan terjadinya diare. Pada kasus diare, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi. Frekuensi poop yang lebih sering juga dapat menjadi penanda gejala alergi, iritasi atau gangguan lainnya.

• Poop berwarna putih mengindikasikan adanya gangguan pada empedu yang merupakan cairan yang dihasilkan oleh hati yang berperan dalam membantu pencernaan. Jika hal ini terjadi segera bawa si kecil ke dokter.
 

• Poop mengandung darah, hal ini dapat menunjukkan adanya reaksi alergi atau terjadinya infeksi virus atau bakteri pada pencernaan si kecil. Jika ini terjadi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak.
 

• Poop mengandung lendir menunjukkan adanya kemungkinan alergi atau infeksi saluran pencernaan. Sama seperti poop dengan darah, jika Ibu menemui poop si kecil mengandung lendir, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
 

• Poop keras biasanya disertai gejala sembelit pada si kecil, hal ini umum terjadi pada si kecil yang baru mulai mengenal MPASI. Hal ini biasanya disebabkan karena jenis makanan padat nya kurang serat dan kurang mengandung air.

Mengetahui hal-hal diatas dapat membantu kita sebagai orang tua untuk mendapatkan petunjuk awal akan kemungkinan terjadinya gangguan pencernaan pada si kecil. Jika muncul salah satu tanda atau gejala seperti disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anak.

Sumber:

http://www.webmd.com/parenting/baby/features/truth-about-baby-poop?page=2

http://www.askdrsears.com/topics/health-concerns/skin-care/diarrhea

http://www.parents.com/baby/health/sick-baby/baby-symptoms-not-to-worry-...

http://www.sheknows.com/health-and-wellness/articles/814177/8-signs-your...

http://www.babycentre.co.uk/a546661/which-foods-to-introduce-when

http://www.madeformums.com/baby/is-it-safe-to-start-weaning-at-4-or-5-mo...