_0009_6

Setiap bayi memiliki siklus buang air besar (BAB) yang berbeda-beda, tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh Ibu atau bayi. Nah, perlu Ibu ketahui, bahwa kebiasaan buang air besar pada bayi dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah pola makan dan minum. Konstipasi adalah salah satu masalah yang muncul ketikan bayi mulai mengonsumsi makanan padat pertamanya.

Memasuki usia 6 bulan, berarti sudah saatnya si kecil diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian MPASI dibutuhkan si kecil karena ASI saja sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun, bukan berarti Ibu berhenti memberikan ASI, beberapa para ahli menyarankan agar Ibu tetap melajutkan memberikan ASI kepada si kecil hingga ia berusia 2 tahun.

Menurut dr. Cynthia Utami, biasanya masalah yang sering muncul beriringan dengan dikenalkannya bayi pada makanan padat adalah masalah konstipasi. Hal ini lazim terjadi, karena pencernaan si kecil memerlukan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap makanan yang baru. Hal itulah yang menyebabkan si kecil mengalami susah buang air besar. Apalagi jika yang diberikan langsung berupa makanan minim serat, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalisasi risiko konstipasi, berikan makanan yang kaya serat atau buah yang mengandung banyak air.

Sembelit yang terjadi pada si kecil setelah mengonsumsi MPASI sering dijumpai. Kasus ini biasanya merupakan gangguan fungsional, yang artinya setelah jenis makanan yang dikonsumsi diubah, maka biasanya si kecil akan kembali pup dalam frekuensi yang normal.

Jika frekuensi pup si kecil lebih sering dari biasanya dan konsistensinya cair, maka perlu dicurigai terjadinya diare atau reaksi alergi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Jika hal itu terjadi, sangat disarankan untuk memeriksakan si kecil ke dokter spesialis anak untuk memastikan diagnosa dan mendapatkan terapi yang tepat.

Dokter anak yang juga gastroenterologist di Texas Children’s Hospital, Houston, Anthony Oliva, M.D., menyarankan beberapa hal sederhana yang dapat menolong Ibu untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar pada si kecil. Berikut diantaranya:

  1. Memberikan makanan yang kaya serat.
    Ibu dapat memberikan si kecil pure kacang polong, pir, peach. Namun, jika si kecil sudah mengemil, Ibu dapat memberikan potongan apel dan membatasi pemberian pisang, sereal beras dan keju.
  2. Menambahkan cairan.
    Walaupun si kecil sudah diberi MPASI, namun bukan berarti Ibu berhenti memberikannya ASI. ASI adalah yang terbaik. Oleh karena itu, tetap penuhilah asupan ASI pada si kecil. Selain itu, tambahkan juga 60-120 ml air putih dalam sehari karena ia sudah makan makanan padat. Ibu juga dapat memberikan jus apel atau pir yang sudah dicampur dengan air, jika si kecil masih mengalami kesulitan buang air besar setelah 2-3 hari.

Sumber:

http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/ex...

http://www.pregnancybirthbaby.org.au/constipation-in-babies

http://www.parents.com/baby/health/constipation/constipation-in-babies/

http://www.babycentre.co.uk/a79/constipation

http://www.babycenter.com/0_age-by-age-guide-to-feeding-your-baby_140068...

http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in...