Meskipun kolik, bayi rewel maupun tangisan bayi merupakan bagian dari sebuah fase, Ibu tidak perlu menunggu hingga ini berhenti dengan sendirinya. Mengatasi kolik pada bayi dapat dilakukan dengan cara mendekap dan mengusap agar bayi menjadi tenang. Dapatkan tips lainnya serta Temukan teknik yang tepat untuk menenangkan bayi.

 

Semua bayi yang baru lahir biasanya menangis dan menunjukkan tanda-tanda rewel; mereka sedang mengadaptasi kehidupan baru. Ini normal. Akan tetapi, jika Ibu berpikir kalau si kecil mengalami kolik, tanyakan pada diri Ibu “3” pertanyaan:

  • Apakah si kecil menangis lebih dari tiga jam?

  • Apakah si kecil menangis seperti itu lebih dari tiga hari per minggu?

  • Apakah ini terjadi selama tiga minggu?

Jika ya adalah jawaban bagi semua pertanyaan di atas kemungkinan besar si kecil mengalami kolik. Berita baiknya adalah bahwa kolik itu akan hilang dengan sendirinya. Tantangannya adalah cara untuk mengatasinya. Coba beberapa tips untuk menenangkan kolik yang dialami si kecil.

Mengatasi tangisan si kecil.

Bayi suka untuk digendong, jadi angkatlah. Kedengarannya mudah, bukan? Ibu jangan khawatir dianggap terlalu “memanjakan” si kecil dengan menggendongnya berlebihan, ini adalah mitos. Jika si kecil menangis, Ia kadang hanya ingin berada dekat dengan Ibu. Gendong, usap punggungnya, ayunkan, berbisik ditelinganya, dan tunjukkan kasih sayang dan perhatian Ibu untuk si kecil.

Cari makanan untuk menenangkan si kecil.Mengubah makanan mungkin dapat meringankan gejala kolik.

  • JIka Ibu menyusui, coba ubah beberapa makanan dan perhatikan apakah ini mempengaruhi si kecil:

    • Hindari atau kurangi konsumsi kafein

    • Hindari susu, susu kedelai, dan telur.

    • Coba konsumsi makanan bebas kandungan gandum

  • Bantu si kecil mencerna makanan. Beberapa tangisan, kerewelan, dan kolik yang dialami si kecil mungkin disebabkan karena gas yang mengganggu perut mereka. Sulit ditebak apakah gas yang menyebabkan ia menangis, atau apakah tangisannya membuat si kecil menelan banyak udara, yang menyebabkan ia jadi memiliki banyak gas di dalam perut. Coba untuk mengurangi gas di dalam perut si kecil mungkin akan membantu. Untuk melakukan ini, angkat pelan-pelan lutut si kecil ke arah perutnya lalu ganti dengan kaki sebelahnya. Atau Ibu bisa sendawakan si kecil.

Beberapa teknik untuk menenangkannya. Ketahui cara apa yang terbaik untuk si kecil:

  • Bedong tubuh si kecil, terutama jika ia baru lahir. Ia akan merasa dipeluk erat seperti ketika berada di dalam kandungan.

  • Tenangkan si kecil dengan menghidupkan mesin yang mengeluarkan suara.

  • Berjalan sambil menggendong si kecil dalam pelukan Ibu, tepuk dan usap punggungnya.

  • Tenangkan dengan gerakan dari kursi bergetar atau ayunan khusus bayi.

  • Tidurkan si kecil di atas pangkuan dengan perut ke arah bawah, dan usap punggungnya. Kalau ia memiliki banyak gas, ini mungkin dapat membantu.

  • Bawa si kecil dengan stroller atau dalam mobil dengan menggunakan tempat duduknya.

Ketahui kapan Ibu sebaiknya menghubungi dokter anak. Biasanya si kecil yang rewel, menangis, dan mengalami kolik mempunyai refleks hisap yang kuat dan nafsu makan yang baik. Akan tetapi, kalau ini bukanlah hal yang terjadi pada si kecil, artinya si kecil memiliki masalah saat menghisap dan mengunyah, sebaiknya Ibu menghubungi dokter anak. Mungkin terdapat masalah yang perlu cepat ditangani. Gejala lainnya yang sebaiknya perlu diperhatikan langsung oleh dokter anak adalah:

  • Si kecil rewel ketika Ibu peluk atau gendong dan sangat sulit untuk ditenangkan.

  • Si kecil demam sampai 37-38 derajat celcius atau lebih

  • Si kecil mengalami diare atau mengeluarkan darah di fesesnya.

  • Ada bercak kebiru-biruan di kulit atau bibir si kecil.

  • Ia tidak bisa tidur

Gejala-gejala ini mungkin lebih dari sekedar tangisan atau kolik biasa dan membutuhkan perhatian dokter. Jika Ibu akan berkunjung ke dokter, coba baca dahulu Gejala Kolik: Pertanyaan ke Dokter untuk tips dan panduan berguna.