Kolik dapat menjadi sedikit misterius (dan sedikit membingungkan) terutama terhadap orang tua yang baru. Banyak pemahaman bahwa ketika bayi rewel atau menangis tanpa alasan jelas, itu merupakan gejala Kolik, namun tidaklah selalu seperti itu. 

 

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 40% bayi mengalami kolik. Ini merupakan angka yang besar, jadi mengetahui bahwa Ibu tidak sendirian menghadapi kolik si kecil tentu membuat Ibu merasa sedikit lega. Selain itu, dokter dan peneliti menemukan lebih banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, bagaimana pengaruhnya ke si kecil, dan apa yang dapat Ibu lakukan untuk mengatasinya.

Apa Penyebab Kolik? Mengatasi Pertanyaan Besar Ini

Apa yang menyebabkan si kecil menangis, rewel, dan kolik? Dokter dan peneliti memiliki beberapa teori:

  • Hal yang umum dipercaya oleh para ahli adalah bahwa kolik, tangisan, rewelnya si kecil terkait dengan sistem pencernaan si kecil. Entah karena makanan bergerak terlalu cepat pada sistem pencernaan si kecil atau makanan tidak sepenuhnya dapat dicerna.

  • Peneliti menemukan bahwa si kecil yang orang tuanya merokok rentan terhadap kolik (alasan lain yang bagus untuk menghentikan kebiasaan ini).

  • Ibu yang memiliki riwayat migren dua kali lebih rentan memiliki bayi yang mengalami kolik, dibandingkan Ibu yang tidak memiliki migren. Alasannya, kolik bisa menjadi sebuah tanda awal terjadinya migren pada si kecil. Hindari stimulasi yang dapat menyebabkan migren seperti mematikan lampu, menghindari suara yang bisa – mungkin dapat membantu.

  • Dalam beberapa kasus, gejala kolik yang terjadi dalam waktu yang panjang mungkin berhubungan dengan

    alergi susu sapi. Jika muncul juga gejala-gejala seperti diare, gumoh, atau ruam, segera hubungi dokter anak.

  • Beberapa ahli menganggap kolik sebagai hal yang normal, dan mencirikan kepribadian yang tempramental dan ada beberapa bayi yang perlu waktu sedikit lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan.

Menangis Berlebihan Hanya Berlangsung Sementara-Apapun Penyebabnya

Apa yang disepakati peneliti: Bayi akan mengatasi kolik, menangis, dan rewel dengan sendirinya.

Bisa menjadi gejala Kolik:

  • Biasanya dimulai ketika si kecil berusia 3 sampai 6 minggu

  • Biasanya akan berakhir ketika si kecil berusia 3 sampai 4 bulan

Maka sebaiknya Ibu ingat bahwa kolik hanya sebuah fase. Sementara itu, coba beberapa tips ini untuk menenangkan si kecil:

  • Pastikan si kecil tidak merasa terlalu kepanasan atau kedinginan.

  • Pastikan si kecil tidak lapar; jika tidak, jangan terlalu banyak memberi makan.

  • Sendawakan si kecil.

  • Usap punggungnya dan gendong si kecil sambil berjalan.

Untuk mempelajari lebih lanjut

Untuk panduan berguna yang lebih banyak, baca “Tips Mengatasi Kolik Bayi.