H1

Apakah Kolik pada Bayi Merupakan Penyakit Menurun?

H2

Awalnya, penyakit kolik dianggap sebagai reaksi yang disebabkan tempramen bayi ketika ia rewel atau menangis. Namun kebanyakan bayi yang bersikap tenang cenderung terkena kolik. Ssebuah studi menunjukkan bahwa 2 penyebab kolik pada bayi adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau nyeri saluran pencernaan yang menyerang otot perut, dan alergi makanan. Meski kedua penyebab ini bukan penyakit bawaan secara genetik, ada kemungkinan kedua hal ini bisa menurun.

Jangan khawatir dan pastikan kenyamanan serta kesehatan kondisi si kecil dengan tips berikut ini:

Berikan ASI untuk si kecil
Karena ASI dapat dicerna lebih cepat ketimbang susu formula, si kecil yang mengonsumsi ASI cenderung lebih jarang mengalami GERD. ASI pun mengandung laksatif alami (pencahar alami) sehingga mengurangi resiko terjadinya kembung dan ketidaknyamanan pencernaan akibat konstipasi. Si kecil yang menerima ASI akan menelan udara yang lebih sedikit saat minum dan menelan, dan semakin sedikit udara yang ditelan, semakin rendah pula kemungkinan untuk perut kembung.

Namun Ibu perlu mewaspadai pola makan Ibu karena si kecil mungkin mengalami ketidakcocokan makanan dari apa yang Ibu konsumsi hingga penting untuk menerapkan diet khusus selama menyusui.

Pilihlah susu formula dengan kandungan hypoallergenic

Saat si kecil mulai kolik dan dokter mendiagnosa adanya ketidakcocokan pada susu formula yang diberikan (dan adanya gejala diare, konstipasi, perut kembung, tegangnya otot kaki hingga otot perut yang menyebabkan rasa sakit dan tangisan kencang), konsultasikan susu formula terbaik untuk si kecil. Pastikan Ibu memberikan susu dengan protein halus yang mudah dicerna, aman bagi si kecil, tidak memberikan efek samping buruk bagi pencernaan dan tetap bisa bantu Ibu melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil.

Makan lebih sedikit, makan lebih sering
Ini adalah aturan penting yang perlu Ibu lakukan saat si kecil merasakan ketidaknyamanan karena masalah pencernaan. Makan terlalu banyak dan terlalu cepat akan memenuhi usus dan lambung si kecil, menyebabkan timbulnya gas, gejala perut kembung, dan ketidaknyamanan di area perut. Memberikan si kecil porsi makanan yang lebih sedikit dengan intensitas yang lebih sering dapat membantu perutnya yang peka untuk beradaptasi dan menerima asupan makanan yang lebih banyak.

Tetap tenang
Sebagian anak sering sekali menangis karena alasan tempramental. Teori sebuah studi mengungkapkan bahwa stress yang dialami Ibu selama kehamilan menyebabkan naiknya level hormon stress yang mengalir melalui pembuluh darah dan mempengaruhi perkembangan janin. Ini menyebabkan si kecil lahir dengan titik saraf tegang yang mempengaruhi kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di luar kandungan Ibu. Karena itu pastikan Ibu tidak mengalami tekanan selama kehamilan dan tetap merasa tenang demi Ibu dan kesehatan si kecil.

Enfagrow A+ Gentle Care dengan teknologi PHP memiliki protein halus yang mudah dicerna, membantu Ibu menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dan mengindarinya dari resikoa masalah pencernaan. Selain aman untuk perut si kecil yang peka, Enfagrow A+ Gentle Care juga dilengkapi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil seperti Omega 3 dan 6, Asam Folat, Zat Besi, dan Kalsium. Berikan Enfagrow A+ Gentle Care pada si kecil yang berusia 1 – 3 tahun.

Jangan sampai masalah pencernaan menghambat momen tumbuh kembang si kecil. Cek kesehatan saluran cerna si kecil melalui BAB-nya di wikipoop. Ibu pun bisa mengetahui lebih lanjut pula seputar gangguan pencernaan yang di alami si kecil dengan melakukan konsultasi via WhatsApp ke nomor 08777700253. Tim ahli kami siap bantu menjawab pertanyaan Ibu seputar pencernaan dan tumbuh kembang si kecil setiap hari Senin – Jumat, pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Source:

http://www.parenting.com/article/ask-dr-sears-can-colic-be-inherited