Gumoh pada Bayi memang sering terjadi dan bisa menyebabkan Ibu menjadi khawatir apakah ini masalah pencernaan atau bukan.  Dapat informasi lengkap dengan validasi dari Doktor mengenai gastroesophageal reflux (GER) atau gumoh bayi.

Gumoh sangat normal dialami si kecil yang berusia di bawah dua tahun. Ini adalah bagian sederhana dari proses perkembangan sistem pencernaannya.

Si kecil mengalami gumoh karena lingkaran otot pada bagian bawah esofagusnya belum dewasa. Otot ini yang menyambungkan perut dengan esofagus. Pada bayi yang baru lahir, otot ini masih berkembang, jadi terkadang membuat makanan dari perutnya kembali ke esofagus. Semakin besar si kecil, otot ini menjadi lebih beradaptasi terhadap fungsinya. Sementara ini masih berkembang, Ibu dapat mengawasi beberapa gejala lain yang menjadi penyebab si kecil gumoh dan tanyakan kepada dokter, apa saja yang dapat Ibu lakukan untuk menangani hal ini.

GER vs. GERD

GER merupakan singkatan dari gastroesophageal reflux, sementara GERD adalah kependekan dari gastroesophageal reflux disease. GERD adalah kondisi yang lebih serius. Namun pada kebanyakan kasus, si kecil yang gumoh biasanya hanya mengalami GER. Dokter akan mengawasi lebih jauh si kecil jika ia mengalami tanda-tanda GERD di bawah ini:

  • Membungkuk (setiap habis makan)
  • Menolak untuk makan
  • Pertumbuhan dan perkembangannya buruk
  • Kolik
  • Tersedak atau sulit menelan makanan

Menangani Gumoh si kecil

Langkah mudah yang direkomendasikan oleh dokter anak untuk menangani GER adalah mengubah pola makan dan menu makannya, termasuk:

  • Sering menyendawakan si kecil: Sendawakan si kecil yang mengonsumsi ASI pada kedua sisinya setelah menyusui. Sendawakan si kecil yang mengonsumsi susu formula setiap 1 sampai 2 ons susu.

  • Menyesuaikan pemberian makan: Berikan si kecil porsi makan yang lebih kecil, namun lebih sering.

  • Posisi untuk mencegah gumoh: Posisikan si kecil tegak selama 30 menit setelah makan.

Memahami Obat-obatan

Jika perubahan menu makanan tidak berpengaruh, dokter anak mungkin akan merekomendasikan obat-obatan untuk beberapa kasus GERD, tapi bukan GER pada umumnya. Karena setiap obat-obatan akan memberikan efek samping, pastikan untuk konsultasi dengan dokter anak mengenai opsi terbaik untuk menyembuhkan si kecil.[1] Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa dokter yang menganggap tangisan dan gumoh si kecil yang mengalami GERD itu normal, mereka tetap disarankan untuk memberikan obat-obatan, meskipun ini tidak terjamin sepenuhnya. Ingat bahwa menangis dan gumoh merupakan hal yang normal terjadi pada bayi yang berusia di bawah dua tahun dan biasanya akan hilang dengan sendirinya, dengan perubahan menu makan dan pola makan. [1]

Ketahui Lebih Banyak

Untuk mendapatkan panduan saat berkonsultasi dengan dokter anak mengenai gumoh bayi, baca Gumoh Bayi: Pertanyaan ke Dokter.

Sumber:

1. GER in infants – NDDIC : http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/gerdinfant/

2. Infant reflux – Mayo Clinic : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/basics/treatment/con-20026253?p=1

3. Scherer LD, Zikmund-Fisher BJ, Fagerlin A, Tarini BA Influence of "GERD" label on parents' decision to medicate infants.

Pediatrics. 2013 May;131(5):839-45