Bagi semua orang tua, kesehatan bayi mereka pasti menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan. Banyak cara yang dilakukan untuk memantau kesehatan bayi Ibu. Salah satunya lewat poop bayi. Melalui tekstur, warna poop, frekuensi BAB bayi, Ibu dapat mengidentifikasi kondisi kesehatan pada bayi, karena hal-hal tersebut dipengaruhi oleh baik buruknya asupan bayi dan masalah kesehatan yang berhubungan dengan pencernaannya.

Pada umumnya, banyak yang berasumsi bahwa penyakit yang dapat terdeteksi lewat poop si kecil adalah diare. Namun, selain diare, masih banyak penyakit lain yang dapat dideteksi dari poop bayi. Berikut beberapa hal yang dapat Ibu perhatikan berhubungan dengan poop dan kesehatan bayi:
Jenis poop berdasarkan konsistensinya memang dapat menandakan kesehatan tertentu pada bayi. Misalnya pada poop yang sangat keras atau seperti kerikil perlu mendapatkan pemeriksaan dokter. Terkadang hal ini dapat berarti si kecil mengalami dehidrasi. Tanda-tanda lain dari dehidrasi termasuk berkurangnya air mata, kurangnya air liur dan mata terlihat cekung dan terdapat titik lembut pada kepala si kecil yang disebut titik itu disebut anterior fontanelle.

Poop yang keras biasanya terdapat pada si kecil yang mengonsumsi susu formula, karena ampas susu formula jauh lebih kasar dibandingkan dengan ampas ASI, sehingga kemungkinan memadat di usus besar lebih banyak. Kotoran bayi yang mendapat ASI biasanya juga tidak menimbulkan gangguan pada kulit. Tetapi bayi yang diberi susu formula biasanya akan mengalami lipatan paha berwarna kemerahan, bahkan sering sampai lecet.

Sedangkan pada si kecil dengan ASI eksklusif, poopnya cenderung lembek atau sedikit cair Ini adalah hal yang normal jika terdapat pada si kecil di bawah 6 bulan, karena dokter menganjurkan si kecil di usia 1-6 bulan mengonsumsi susu untuk mendapatkan nutrisi eksklusif.  Maka, untuk si kecil dengan ASI eksklusif, sangat wajar jika mereka memiliki poop yang cenderung lembek. Berbeda dengan si kecil dengan susu formula. Si kecil yang mendapatkan susu formula akan mengeluarkan kotoran lebih keras dengan warna lebih gelap. Baunya sudah seperti kotoran orang dewasa. Bahkan kalau si kecil sudah mendapatkan susu formula sejak lahir, ia akan lebih jarang buang kotoran dibandingkan dengan si kecil yang diberi ASI saja.

Menurut Kenneth Wible, MD, bayi dengan ASI eksklusif memiliki kecenderungan untuk buang air besar lebih sering dan bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan bayi dengan susu formula. Professor bagian kesehatan anak di University of Missouri ini pun menambahkan bahwa buang air besar sebanyak 5-6 kali dalam sehari adalah normal.
Contoh kekentalan poop dan indikasinya
Berikut warna feses bayi dan indikasinya

• Kental dan lengket.  
Tekstur poop atau feses yang kental, lengket dan hitam kehijauan biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir. Ini disebut meconium. Meconium terbuat dari cairan ketuban, lendir, empedu, dan sel-sel yang berasal dari kulit dan saluran usus.
 
• Agak berlendir.
 Warna poop atau feses ini normal, namun apabila Ibu menemukan tekstur poop yang berwarna hijau dan agak berlendir, berbau tajam, bisa jadi merupakan pertanda bayi terkena diare.
 
• Cenderung lembek.
Pada bayi dengan ASI eksklusif, pupnya cenderung lembek. Warnanya pun biasanya  kuning terang.

• Sedikit keras
Sedangkan pada bayi yang meminum susu formula, biasanya pupnya akan lebih keras. Warnanya pun cenderung kuning gelap atau agak kecoklatan.

Banyak hal tak terduga yang bisa kita ketahui lewat kekentalan feses bayi. Beberapa hal yang mungkin kita anggap tidak normal ternyata merupakan hal yang wajar. Ketelitian Ibu dalam melihat perubahan terkecil pada bayi dapat mempercepat deteksi gangguan kesehatan si kecil.
Sumber:

http://www.babycenter.com/0_baby-poop-a-complete-guide_10319333.bc#artic...

http://www.webmd.com/parenting/baby/features/truth-about-baby-poop?page=2

http://pedclerk.bsd.uchicago.edu/page/toddlers-diarrhea

https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001965.htm

https://www.unitypoint.org/blankchildrens/article.aspx?id=40567710-74c7-...