Penting untuk diingat bahwa setiap bayi adalah berbeda. Bayi yang disusui ASI seringkali mengeluarkan kotoran yang berair dan sering yang bisa jadi membingungkan untuk membedakannya dengan diare. Beberapa bayi mengalami BAB yang eksplosif di mana kotorannya keluar melewati popoknya dan bahkan mengotori seluruh punggungnya. Ini umum terjadi dan normal dalam banyak kasus. ASI mengandung banyak serat, di mana para bayi belum memiliki cukup enzim untuk mencerna. Bayi yang diberi susu formula mungkin BAB setiap hari atau setiap dua hari sekali. Ini adalah normal. Jika si kecil BAB setiap 3 hari sekali, maka sebaiknya Ibu memastikan agar semua baik saja. (Hal ini termasuk mencoba apakah perubahan susu formula dapat membantu agar kotoran si kecil tidak keras lagi, seperti mengganti susu formulanya ke susu formula dengan prebiotik.) Ada banyak hal yang dapat dikategorikan sebagai keadaan yang “normal” untuk si kecil.

Apa warna kotoran yang normal pada bayi?
Kotoran bayi dapat bervariasi dalam hal warna. Warna kuning terang adalah normal karena makanan melewati sistem pencernaan secara cepat. Sedangkan kotoran yang bergerak pelan melalui sistem gastrointestinal, ia mulai berubah menjadi warna hijau dan cokelat. Semua ini adalah normal.

Masalah BAB seperti apa yang membutuhkan konsultasi dengan dokter anak?
Apa yang tidak normal adalah ketika bayi mengeluarkan kotoran berwarna putih, hitam, atau merah. Si kecil mengeluarkan kotoran berwarna hitam ketika lahir—disebut meconium—namun hal ini tidak berlanjut terus. Jika si kecil mengalami virus flu pada perut, kotorannya akan jadi putih selama satu atau dua minggu, namun kemudian kotorannya akan kembali berwarna. Kotoran berwarna merah biasanya berarti ada darah di dalamnya, jadi Ibu harus mencari tahu mengapa ini terjadi. Kotoran yang keras dapat menyebabkan robekan pada rectum si kecil, mengakibatkan adanya darah pada kotoran si kecil. Ini bukan masalah besar dan tidaklah serius.

Bagaimanapun, adanya darah pada kotorannya dapat berarti si kecil mengalami intoleransi terhadap protein susu sapi. Pada kasus ini, adalah hal yang baik untuk membawa si kecil pada dokter untuk diperiksa. Ibulah yang mengetahui paling baik tentang kondisi si kecil, jadi jika Ibu melihat perubahan pada kotorannya yang tidak berhubungan dengan perubahan pada diet makanannya, seperti saat permulaan makan makanan padat, periksakanlah si kecil pada dokter anak.