Anak usia 1 tahun umumnya sudah bisa membedakan berbagai makanan, dari makan besar hingga cemilan. Namun, bagaimana cara memilih makanan kudapan yang cocok untuk mereka?

Bicara soal camilan, atau cemilan, Ibu memiliki tugas penting untuk menyajikan snack sehat untuk buah hati. Cemilan bukan sekadar makanan selingan, tetapi juga mendukung pemenuhan nutrisi si Kecil.

Kapan saja anak boleh diberi cemilan?

 

Jadwal makan anak usia 1 tahun sudah mengikuti orang dewasa. Anak diberi makan tiga kali makan utama (sarapan, makan siang, dan malam), serta cemilan di sela-sela jam makan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian cemilan pada bayi maupun anak-anak satu hingga dua kali sehari.

Saat pemberian makan atau cemilan, ada baiknya Ibu memperhatikan jadwalnya secara tetap. Misalnya, snack pertama diberikan pukul 10.00 antara sarapan dan jam makan siang. Kemudian, snack kedua diberikan pukul 15.00, antara jam makan siang dan malam.

Konsistensi pemberian jadwal makan dan cemilan ini membiasakan anak untuk taat pada pola makan teratur hingga masa yang akan datang. Pola makan teratur ini juga mencegah si Kecil terlalu lapar. Di samping itu, pola ini membantu tubuhnya mengetahui kapan saja waktunya makan.

Prinsip memilih cemilan sehat untuk si Kecil

 

Seiring pertambahan usianya, anak sedikit-sedikit diberikan variasi makanan sehingga ia bisa mengetahui berbagai rasa. Anak perlahan memahami rasa-rasa makanan melalui menu makan besar maupun cemilan.

Pada menu makanan utama, Ibu tentunya menyajikan makanan dengan nutrisi lengkap baik makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Sementara itu, pada menu cemilan, nutrisi yang terkandung di dalamnya memang tidak selengkap pada menu makan besar. Namun, dapat membantu kecukupan gizi si Kecil.

Ibu juga perlu memperhatikan pemberian menu cemilan untuk anak usia 1 tahun. Menu cemilan bukanlah bonus makanan lezat, seperti kentang goreng, biskuit atau kue manis, makanan ringan, atau minuman ringan manis. Dalam pemberian cemilan, tentunya perlu diperhatikan dari aspek kandungan gizi, tekstur, serta pemilihan menunya.

Namun, Ibu tak perlu bingung. Mudah saja kok dalam memberikan cemilan sehat untuk si Kecil. Ibu bisa menilik prinsip memberikan cemilan untuk anak yang berusia 1 tahun di bawah ini.

1. Perhatikan kandungan gizi

 

Saat memberikan cemilan untuk anak, jangan lupa untuk mempertimbangkan kandungan gizi. Bergizi maksudnya mengandung karbohidrat, protein, lemak, maupun vitamin dan mineral.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, tinggi garam,  terlalu berminyak, atau pemanis buatan lainnya.  Membiasakan Si Kecil mengonsumsi deretan makanan yang diproses dan diberi pemanis tambahan bisa meningkatkan risiko obesitas di masa mendatang. Terlebih makanan manis bisa merusak giginya yang baru tumbuh.

Biarkan ia mencicipi rasa asli makanan agar ia terbiasa dengan makanan yang tidak diproses. Untuk cemilan, Ibu bisa memberikan sayuran, buah-buahan, produk susu (namun konsultasikan ke dokter anak terlebih dulu sebelum memberikannya), sereal, roti, dan lainnya. Memang tak semua nutrisi hadir di dalam menu cemilan. Paling tidak, Ibu mengetahui bahwa cemilan yang diberikan adalah makanan bergizi.

2. Makanan diolah mandiri dan higienis

 

Dalam memberikan cemilan untuk anak 1 tahun, sebaiknya pilih makanan yang bisa diolah sendiri. Makanan yang diolah sendiri lebih sehat ketimbang membelinya. Karena Ibu tahu bagaimana pemilihan menu cemilan dan cara mengolahnya.

Tentunya, Ibu akan mengolah cemilan untuk si Kecil dengan memperhatikan kebersihan dan memasaknya hingga makanan atau minuman layak untuk dikonsumsi si Kecil. Jangan lupa untuk selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah makanan.

Saat menyajikan makanan, ada baiknya Ibu memperhatikan tekstur makanan. Ada baiknya tekstur makanan perlu diperhatikan, misalnya dicincang atau dipotong kecil-kecil. Dengan begitu si Kecil dapat mengunyah makanan dengan mudah.

3. Porsi secukupnya

 

Dalam memberikan cemilan pada si Kecil, jangan lupa untuk memperhatikan porsi makanannya. Berikan porsi cemilan untuk anak secukupnya, tidak lebih atau menyamakan porsi makanan utama.

4. Biarkan si Kecil memilih cemilan

 

Agar si Kecil semangat makan, Ibu bisa memberikan kesempatan baginya untuk memilih cemilan sehat. Ibu bisa memberikan beberapa menu cemilan sehat di meja makan yang baik untuk kesehatan anak. Misalnya, potongan buah mangga, potongan roti kecil, atau sayuran warna-warni. Biarkan ia memilih agar semangat makannya pun terus terpacu.

Nah, setelah si Kecil menyantap habis cemilan, selalu ajak ia untuk minum air putih agar sisa makanan pada giginya bisa terbilas.

Pilihan cemilan sehat untuk anak 1 tahun

 

Sekarang Ibu sudah tahu beberapa prinsip saat memberikan cemilan untuk anak 1 tahun. Nah, untuk pemilihan cemilan sehat pastinya ada beragam. Pada dasarnya, Ibu perlu ingat bahwa cemilan sebaiknya tidak mengandung gula tambahan, garam, ataupun terlalu berminyak agar ia menerima nutrisi optimal dari makanan yang disantapnya.

Berikut menu cemilan yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil:

Menu 1

 

  • Buah persik (potong kecil)

  • Yoghurt

  • Susu

Menu 2

 

  • Pancake yang dibuat sendiri

  • Apel (potong kecil)

  • Susu

Menu 3

 

  • Yoghurt

  • Pisang (potong kecil)

  • Susu

Menu 4

 

  • Paprika kuning (potong kecil)

  • Tomat ceri (potong kecil)

  • Anggur (potong kecil)

  • Susu

Menu 5

 

  • Roti dengan dada ayam tanpa kulit (potong kecil)

  • Yoghurt

  • Nanas (potong kecil)

Menu 6

 

  • Roti (potong kecil)

  • Telur (potong kecil)

  • Bayam (potong kecil)

Di atas merupakan salah satu menu cemilan untuk anak usia 1 tahun. Nah, dalam pemberian susu kepada si Kecil, Ibu bisa memilih susu yang mengandung DHA dan MFGM (Milk Fat Globule Membrane). Berdasarkan jurnal BMC Pediatrics, MFGM dalam susu formula membantu dukung kemampuan kognitif atau perkembangan otak si Kecil, serta pertumbuhan fisik si Kecil. Sementara itu, kandungan DHA sebagai asam lemak omega -3 juga bantu dukung performa anak dalam pembelajaran. Keduanya memiliki dampak baik untuk tumbuh kembang si Kecil.

Untuk memudahkan Ibu, ada baiknya membuat daftar cemilan supaya dapat terjadwal dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak mengenai rencana pemberian cemilan si Kecil. Siapa tahu Ibu bisa mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai rekomendasi pemberian cemilan untuk si Kecil untuk dukung tumbuh kembangnya.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

 

Referensi

- Eating well for 1-4 year olds. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.cwt.org.uk/wp-content/uploads/2015/02/CHEW-1-4YearsPracticalGuide3rd-Edition.pdf

- Guiding principles for feeding infants and young children during emergencies (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.who.int/nutrition/publications/guiding_principles_feedchildren_emergencies.pdf?ua=1

- Feeding your baby: 1–2 years. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.unicef.org/parenting/food-nutrition/feeding-your-baby-1-2-years

- FIRST STEPS NUTRITION TRUST 25. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://static1.squarespace.com/static/59f75004f09ca48694070f3b/t/5adc4965758d46f994c803af/1524386157828/Eating_well_snacks_for_1-4_years_for_web.pdf

- Tips Memilih Snack Sehat Untuk Anak. (2015). Retrieved 31 August 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-memilih-snack-sehat-untuk-anak

- Snacks for Toddlers (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/toddler-snacks.html

- Snacks for Toddlers (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/toddler-snacks.html

- Toro-Campos, R., Algarín, C., Peirano, P., Peña, M., Murguia-Peniche, T., Wu, S., & Uauy, R. (2020). Effect of feeding mode on infant growth and cognitive function: study protocol of the Chilean infant Nutrition randomized controlled Trial (ChiNuT). BMC Pediatrics, 20(1). doi: 10.1186/s12887-020-02087-9

- Kuratko, C., Barrett, E., Nelson, E., & Salem, N. (2013). The Relationship of Docosahexaenoic Acid (DHA) with Learning and Behavior in Healthy Children: A Review. Nutrients, 5(7), 2777-2810. doi: 10.3390/nu5072777