Si Kecil sudah mendekati usia minimum masuk Taman Kanak-Kanak (TK)? Ada banyak cara yang orang tua dapat lakukan untuk membantu anak lebih siap menghadapi kegiatan belajarnya kelak. Yuk, simak hal-hal yang mendukung persiapan anak masuk TK sekarang.

Membantu persiapan anak masuk TK

 

Persiapan dapat dilakukan dari jauh-jauh hari, sekitar satu tahun sebelum anak masuk TK. Tujuan dari persiapan ini adalah agar anak lebih siap secara fisik, sosial emosional, bahasa, dan kognitif.

Mendukung persiapan fisik atau kemampuan motorik

Sejumlah aktivitas yang umum dilakukan di TK adalah:

  • Menggunakan gunting untuk anak
  • Membawa barang miliknya
  • Bermain di dalam kelompok

Oleh karena itu, orang tua atau pengasuh harus meluangkan waktu untuk mendorong pertumbuhan fisik anak. Misalnya, meluangkan waktu untuk bermain menangkap barang (play catch). Kemudian, mendorong anak membereskan mainannya sendiri atau membantunya membawa barang yang besar untuk melatih otot-ototnya.

Anda juga dapat mengajarkan rupa-rupa bentuk dengan menggunakan gunting dan kertas sebagai persiapan anak masuk TK. Gunakan kesempatan ini untuk mengajarkannya cara menggunakan gunting. Pastikan gunting yang digunakan aman dipakai oleh anak.

Membantu persiapan sosial emosional sebelum anak masuk TK

Perkembangan sosial emosional yang baik dapat membantu kelancaran anak mengikuti pembelajaran di TK. Contoh perkembangan sosial emosional pada anak berbagai usia meliputi kemampuan menunjukkan emosi (malu, bahagia, marah), bersimpati dengan sekitar, dan paham tentang kepemilikan.

Selain itu, anak juga dapat bermain dengan sesama dan mampu mengutarakan hal yang disukai atau tidak disukai. Perkembangan sosial emosional juga menunjukkan kemandirian si Kecil, seperti berani menjelajah sekitar bersama orang tua di dekatnya.

Sejumlah cara yang mampu mendukung kemampuan sosial emosional sebelum si Kecil mulai sekolah adalah:

  • Menghargai proses daripada fokus pada hasil ketika anak belajar hal baru
  • Mendorong anak bermain dengan anggota keluarga lain atau temannya
  • Menanamkan kemandirian dengan mengajarkan cara memakai baju sendiri, belajar sikat gigi, atau memakai sepatu

Singkatnya, hal-hal yang bisa membantu anak beradaptasi ketika harus jauh dari orang tua, seperti di sekolah.

Kemampuan bahasa dan komunikasi

Tujuan mempersiapkan hal-hal yang akan dijelaskan di sini adalah supaya anak mampu berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik. Beberapa aktivitas yang dapat dicoba oleh Ibu antara lain:

  • Meluangkan waktu untuk berbicara dan bermain dengan anak
  • Mendorong anak untuk berbicara, seperti menanyakan tentang harinya sebelum istirahat di malam hari
  • Mendengar dan menyanyikan lagu anak-anak yang ia gemari

Ibu juga dapat mendukung persiapan baca tulis sebelum anak masuk TK dengan cara:

  • Memberi pensil warna untuk coret-coret di kertas kosong
  • Mengajarkan huruf dengan barang-barang yang ada di sekitar, seperti majalah, kemasan mainan anak
  • Membacakan buku untuk anak

Mendukung persiapan keterampilan berpikir (kognitif) sebelum anak masuk TK

Keterampilan berpikir alias kognitif merupakan kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu, memecahkan masalah, dan cara berpikir. Beberapa contoh keterampilan berpikir pada anak adalah:

  • Mengenal warna-warna sederhana
  • Mengerti atau mampu belajar fungsi sebuah barang
  • Dapat berhitung sederhana atau menyebut angka sesuai urutan
  • Paham penggunaan kata yang menunjukkan jumlah (lebih, kurang, banyak)

Mengajarkan kemampuan ini dapat dimulai dari hal sederhana. Contohnya adalah, meminta anak menyebutkan warna atau angka yang terdapat di sekitar Ibu dan si Kecil. Seiring waktu, Ibu dapat mengajarkan hal-hal yang lebih lanjut, seperti mengajarkan anak tentang urutan angka 1-10.

Ingat hal-hal ini sebelum dan saat hari pertama anak masuk sekolah

 

Ibu sudah melakukan banyak hal sebagai langkah persiapan anak masuk TK. Lantas, apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak lebih siap belajar di sekolah?

Mengutip dari Mayo Clinic, Ibu dapat membuat rutinitas beberapa minggu sebelum TK dimulai. Ajak anak untuk bangun, makan, dan tidur di jam yang sama setiap harinya. Ibu juga dapat menjelaskan terlebih dahulu tentang sekolah dan manfaatnya untuk anak.

Di hari pertama sekolah, Ibu dapat memberi tahu hal-hal apa yang mungkin terjadi, seperti berkenalan dengan banyak teman baru dan menjemputnya seusai sekolah. Jangan lupa mengucapkan sampai jumpa dan menyemangatinya sebelum ia masuk kelas. Jangan lupa untuk menyampaikan segala sesuatu tentang sekolah dengan positif agar anak tidak takut menghadapi pengalaman baru ini, ya, Bu.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan peluang memperoleh berbagai hadiah menarik seperti sampel gratis, voucher eksklusif, produk promosi, konsultasi dengan pakar dan masih banyak lagi! Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

 

Referensi:

- 12–24 months: Social-emotional development. (n.d.). ZERO TO THREE. Retrieved August 5, 2020, from https://www.zerotothree.org/resources/240-12-24-months-social-emotional-development

- Getting Ready for Kindergarten Handouts. (n.d.). Get Ready to Read!. Retrieved August 5, 2020, from https://www.getreadytoread.org/images/content/downloads/Kindergarten_Readiness_Toolkit/Handouts/getting_ready_for_kindergarten_handouts.pdf

- Kindergarten readiness: Help your child prepare. (2019, September 19). Mayo Clinic. Retrieved August 5, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/kindergarten-readiness/art-20048432

- Tips for starting kindergarten. (n.d.). Department of Education and Training Victoria. Retrieved August 5, 2020, from https://www.education.vic.gov.au/parents/child-care-kindergarten/Pages/tips-starting-kindergarten.aspx

- What is a developmental milestone? (2020, March 20). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved August 5, 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html