Gangguan pencernaan pada anak umum terjadi dan tidak selalu berarti masalah medis serius. Terkadang, beberapa masalah hanya merupakan gangguan jangka pendek. Yuk, lihat 10 pertanyaan yang sering ditanya terkait kesehatan perut si Kecil.

Pertanyaan umum tentang gangguan pencernaan pada anak

 

Nutrisi merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, beberapa anak kadang mengalami masalah pencernaan yang menyebabkan kebutuhan nutrisi terhambat. Rasa khawatir pun dapat timbul sehingga membuat orang tua kerap bertanya-tanya terkait hal berikut.

1.Kapan sebaiknya anak mulai mengenal MPASI?

 

Ada tiga tanda anak sudah siap makan makanan pendamping ASI (MPASI). Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tanda-tanda tersebut berupa:

  • Si Kecil sudah dapat duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan orang sekitar

  • Anak sudah dapat menopang atau menyangga kepalanya sendiri

  • Anak membuka mulut dan mendekatkan mulutnya ketika disodorkan makanan

Ketika mengenalkan MPASI, gangguan pencernaan pada anak yang umum terjadi adalah sembelit atau konstipasi. Ini disebabkan adaptasi sistem pencernaannya dengan jenis makanan baru.

2. Apa saja tanda-tanda pencernaan yang sehat?

 

Tanda-tanda pencernaan tentu saja tidak selalu sama. Contoh sederhananya adalah tidak setiap anak memiliki frekuensi buang air besar (BAB) yang sama.

Namun, tanda-tanda si Kecil bebas dari gangguan pencernaan pada anak umumnya adalah:

  • Tidak sering mengalami perut kembung, muntah, dan mual

  • Frekuensi BAB normal, tidak lebih lama atau sering dari biasanya

  • Tidak menunjukkan gejala alergi atau intoleransi terhadap zat makanan

  • Feses normal, tidak ada garis hitam, merah, atau hijau seperti lendir

3. Bagaimana teknik mixed feeding yang tepat?

 

Mixed feeding adalah kombinasi memberi air susu ibu (ASI) kepada si Kecil dengan cara menyusui atau menggunakan botol. Menurut National Health Security (NHS), beberapa alasan Ibu melakukan hal ini meliputi:

  • Ingin memberikan ASI perah melalui botol

  • Supaya anak tetap menerima ASI walaupun bekerja

Untuk tekniknya, ada sejumlah saran yang dapat dicoba:

  • Memberikan ASI dalam botol ketika si Kecil sedang rileks atau senang

  • Mengajarkan minum melalui botol dimulai oleh anggota keluarga agar anak tidak mencari Ibu untuk menyusu

Apabila Ibu menggunakan teknik ini untuk mengenalkan susu formula pada anak, umumnya feses anak akan berubah seiring waktu. Tekstur feses setelah minum susu formula dapat menjadi lebih padat, tetapi hal ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

4. Apa boleh ganti susu formula jika tidak cocok?

 

orang tua terkadang memiliki asumsi gangguan pencernaan pada anak disebabkan oleh susu formula. Akan tetapi, hal itu belum tentu benar. Jadi, sebelum mengganti jenis susu, harap konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, Bu.

Jika dokter mengizinkan, Ibu akan diberitahu cara agar adaptasi si Kecil mengonsumsi jenis susu lainnya berjalan lancar.

5. Anak selalu BAB setiap hari, apakah itu artinya tidak sembelit?

 

BAB setiap hari belum tentu bebas dari konstipasi alias sembelit, Bu. Tanda-tanda gangguan pencernaan pada anak ini meliputi:

  • Tekstur feses lebih keras dan bervolume besar

  • Darah berwarna merah di permukaan feses

  • Nyeri perut

  • Luka di area dubur anak

Jadi, ada tanda-tanda lain yang Ibu harus perhatikan selain frekuensi BAB anak.

6. Selain sering BAB, apa lagi tanda diare yang harus diperhatikan?

 

Diare memang membuat seseorang menjadi lebih sering BAB dari biasanya. Tanda dan gejala lain dari gangguan pencernaan pada anak ini adalah:

  • BAB lebih berair

  • Demam

  • Kehilangan selera makan

  • Mual

  • Muntah

  • Dehidrasi

Oleh sebab itu, jika anak menunjukkan gejala-gejala di atas, pastikan Ibu tetap menjaga asupan cairannya agar diare tidak menyebabkan dehidrasi.

7. Apa betul diare itu akibat dari pertumbuhan?

 

Gangguan pencernaan pada anak satu ini tidak disebabkan oleh pertumbuhan. Pemicu diare pada anak antara lain:

  • Infeksi bakteri

  • Banyak mengonsumsi gula

  • Alergi dan intoleransi terhadap zat makanan

  • Penyakit di sistem pencernaan yang perlu dievaluasi oleh dokter

Jika seiring pertumbuhannya, anak lebih sering BAB, ini mungkin terjadi karena anak lebih aktif secara fisik. Fisik yang aktif membantu BAB menjadi lebih lancar.

8. Apakah perlu tetap menyusui anak jika ia menunjukkan gejala diare?

 

Berhenti memberikan ASI dapat membuat bayi makin kehilangan banyak cairan yang merupakan pemicu utama dehidrasi. Ibu dapat melakukan hal berikut ketika bayi menunjukkan tanda-tanda diare:

  • Tetap menyusui anak

  • Memperbanyak frekuensi menyusui anak

  • Memberikan cairan rehidrasi oral, seperti oralit untuk meminimalisasi risiko dehidrasi

  • Tetap memberikan MPASI jika anak telah memulai MPASI

9. Betulkah jika anak mengejan hingga mukanya merah merupakan tanda sembelit?

 

Gangguan pencernaan pada anak ini dapat memicu penumpukan feses di perut anak. Agar dapat BAB, sejumlah anak mungkin perlu mengejan lebih keras agar tumpukan feses di perut dapat keluar. Ibu perlu waspada jika ini sering terjadi berbarengan dengan tanda atau gejala konstipasi.

10. Bagaimana cara mencegah supaya anak tidak sembelit?

 

Orang tua atau anggota keluarga dapat mendorong anak untuk:

  • Lebih aktif secara fisik, seperti bermain bersama

  • Mengonsumsi lebih banyak cairan atau air putih

  • Meminta anak meluangkan waktu untuk ke toilet setelah makan

  • Menyajikan makanan kaya serat

Selain makanan kaya serat, Ibu juga dapat memberikan susu formula yang telah diformulasi dengan kebaikan PDX/GOS. Kandungan PDX/GOS membantu kesehatan pencernaan anak serta memiliki efek bifidogenik alias mendukung pertumbuhan bakteri baik di tubuh anak.

Singkat kata, semoga informasi di atas bermanfaat dan mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang ada di benak Ibu. Apabila memiliki kekhawatiran terkait kesehatan pencernaan anak, harap mempertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter.

Ayo jadi bagian dari Golden Start Club by Enfa A+ dan dapatkan berbagai informasi penting seputar tumbuh kembang anak. Segera daftar dan dapatkan informasi selengkapnya melalui tautan ini

Referensi: 

- Breast-feeding beyond infancy: What you need to know. (2020, April 15). Mayo Clinic. Retrieved August 4, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/extended-breastfeeding/art-20046962

- Constipation in children - Symptoms and causes. (2019, August 6). Mayo Clinic. Retrieved August 4, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242

- Diarrhea (0-12 months). (n.d.). Seattle Children’s Hospital. Retrieved August 4, 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea-0-12-months/

- Diarrhea. (n.d.). Nemours KidsHealth. Retrieved August 4, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html

- Formula feeding FAQs: Some common concerns. (n.d.). Nemours KidsHealth. Retrieved August 4, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/formulafeed-concerns.html

- How to combine breast and bottle feeding. (2017, December 21). nhs.uk. Retrieved August 4, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/combining-breast-and-bottle/

- Scalabrin, D. M., Mitmesser, S. H., Welling, G. W., Harris, C. L., Marunycz, J. D., Walker, D. C., Bos, N. A., Tölkkö, S., Salminen, S., & Vanderhoof, J. A. (2012). New prebiotic blend of Polydextrose and galacto-oligosaccharides has a Bifidogenic effect in young infants. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 54(3), 343-352. https://doi.org/10.1097/mpg.0b013e318237ed95

- When, what, and how to introduce solid foods. (2020, February 24). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved August 4, 2020, from https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/when-to-introduce-solid-foods.html