Menjadi Ibu di era sekarang memiliki banyak tantangan, namun banyak juga kemudahannya. Contohnya, Ibu bekerja yang sudah harus kembali ke kantor setelah cuti melahirkannya selesai. Mereka harus rutin meluangkan waktu untuk memompa ASI di sela-sela jam kantornya. Namun, mereka juga dimudahkan dengan berbagai teknologi seperti pompa ASI elektrik, kantung atau botol ASIP tahan dingin, hingga freezer penyimpan, dan mesin pencuci botol.

Untuk Ibu yang berencana memompa ASIP ketika kembali bekerja nanti, penting sekali untuk mengetahui metode penyimpanan ASIP yang benar. Seperti apa prosedur penyimpanan ASIP yang baik agar tetap higienis dan terjaga kandungan nutrisinya untuk si Kecil?

 

1. Saat proses memompa ASI, sebisa mungkin hindari menggunakan toilet, kamar mandi, atau dapur, sebagai tempat memompa ASI. Sebelum mengawali proses memompa ASI, pastikan Ibu telah mencuci tangan dengan bersih sebelumnya dengan sabun antiseptik.

2. Perhatikan juga kebersihan baik alat pompa maupun alat penyimpanan ASIP.

Bersihkan semua komponen yang dibutuhkan mulai dari komponen pompa ASI sampai peralatan yang digunakan untuk menyusui si Kecil seperti botol susu dengan cara:

o   Bilas semua komponen dengan air bersih mengalir untuk membuang sisa ASI

o   Cuci dengan air dan sabun anti bakteri yang aman untuk si Kecil

o   Terakhir, bilas kembali dengan air bersih mengalir

o  Sebelum penggunaan, rebus semua peralatan pompa dan botol penyimpan dalam air mendidih selama lima menit atau dapat menggunakan alat sterilizer.

 

3. Saat menyimpan ASIP

o   Simpan ASI dalam wadah bersih yang memang khusus untuk ASI seperti botol ASIP atau kantong ASIP.

o   Botol ASIP dapat digunakan berulang kali jika dibersihkan dengan baik, namun kantong penyimpan ASIP hanya boleh digunakan satu kali.

o   Selalu beri label pada wadah sebelum menyimpannya di lemari es/freezer (tanggal/waktu memompa ASIP)

o   Jika dalam perjalanan, ASIP dapat disimpan selama 24 jam dalam kantong pendingin berinsulasi dengan ice gel.

o   ASIP dapat didinginkan pada suhu 4°C hingga lima hari. Ibu disarankan untuk menyimpan ASI di bagian kulkas paling dalam, sejauh mungkin dari pintu.

 

4. Daya Tahan ASIP:

a.     ASIP yang dibekukan harus digunakan selambat-lambatnya:

o   Dalam waktu dua minggu jika disimpan di kompartemen freezer dari kulkas satu pintu

o   Dalam tiga bulan jika disimpan di kompartemen freezer lemari es, mis. kulkas dua pintu atau lebih.

o   Antara 6-12 bulan, jika disimpan dalam freezer yang tidak sering dibuka.

b. ASIP yang disimpan pada suhu kamar (25°C) harus digunakan dalam waktu enam jam.

 

Mungkin tampak rumit dan merepotkan saat pertama Ibu melakukannya, namun seiring berjalannya waktu, Ibu pasti secara alami bisa mengikuti tahapannya. Bagaimanapun, semua dilakukan untuk kebaikan si Kecil di 1000 hari pertama kehidupannya.