Ibu, terutama yang baru pertama kali mengalami kehamilan, mungkin sering merasa bingung dengan berbagai wejangan yang dilontarkan oleh orang-orang di sekitar kita. Kadang orang tua mengatakan kita harus melakukan sesuatu agar kehamilan lancar dan sehat, namun mertua mengatakan sebaliknya; belum lagi jika saran tersebut malah bertentangan dengan saran dokter. Bukannya membantu, saran tersebut malah membuat Ibu hamil menjadi tertekan.
Salah satu nasehat yang paling sering menjadi sumber kebingungan para ibu muda yang sedang hamil adalah mengenai olah raga atau latihan tubuh semasa hamil. Berbagai mitos mengenai hal ini sering kita temui, seperti:

1. Olah raga tidak dianjurkan untuk Ibu hamil karena membahayakan kesehatan, dan dapat menyebabkan keguguran.

Faktanya, sejak pertama kali mengetahui kehamilan Ibu, segera konsultasikan dengan dokter mengenai apakah kondisi Ibu memungkinkan untuk berolah raga. Sebagian besar dokter akan menganjurkan Ibu hamil untuk tetap berolah raga, namun tentu dokter akan menyarankan olah raga seperti apa yang sesuai untuk kondisi Ibu – yang akan berbeda di tiap periode kehamilan seiring dengan perkembangan janin dan kesehatan Ibu.
Intinya adalah bagaimana Ibu membangun daya tahan tubuh secara perlahan di awal kehamilan, minggu demi minggu, hingga saatnya untuk bersalin, sambil tetap memperhatikan sinyal dari tubuh kita.

2. Olah raga menyebabkan dehidrasi dan tubuh menjadi panas.

Faktanya: Tubuh yang terlalu panas memang bisa berbahaya bagi perkembangan bayi Anda - terutama pada trimester pertama. Namun, bukan berarti Ibu tak bisa berolah raga sama sekali.
Hamil ataupun tidak, kegiatan apapun harus dilakukan dengan pertimbangan keamanan dan kesehatan kita.

Ibu dapat tetap berolah raga, namun jaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan minum banyak air sebelum, selama dan setelah berolahraga. Gunakan pakaian yang nyaman, longgar, dan tidak membuat panas, dan hindari berolah raga saat cuaca panas dan lembab.

Tak apa jika Ibu sedikit berkeringat, namun dengarkan sinyal dari tubuh Ibu. Jika sudah berkeringat basah kuyup, sesak napas, pusing, itu berarti Ibu harus mengurangi intensitas olah raganya.

3. Berolah raga terlalu banyak menyerap nutrisi yang harusnya diasup oleh Si Kecil.

Faktanya: si Kecil akan tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang dalam kandungan Ibu, apapun kegiatan Ibu. Namun, agar energi Ibu tidak terkuras, pastikan gula darah Ibu tetap seimbang dengan makanan yang teratur, tidak berlebihan namun rutin, dan padat nutrisi. Pada banyak kasus, Ibu yang aktif selama kehamilan malah terbukti melahirkan anak yang tidak kelebihan berat badan dan tidak kekurangan nutrisi.

Masih belum yakin juga? Simak manfaat olah raga selama hamil berikut:
-           Mengurangi resiko komplikasi kehamilan.
-           Mengurangi resiko komplikasi saat bersalin.
-           Mempercepat pemulihan pasca persalinan.
-           Meringankan sakit punggung dan panggul.
-           Meringankan sembelit.
-           Mengontrol gula darah
-           Membantu menormalkan tekanan darah.
-           Memperbaiki sirkulasi darah.
-           Meningkatkan kualitas tidur.
-           Meningkatkan mood.
-           Membantu mengelola berat badan saat hamil dan sesudah persalinan.

Jika Ibu sudah memutuskan untuk berolah raga selama masa kehamilan, pastikan untuk mengikuti anjuran dari dokter, dan imbangi dengan pola makan dan istirahat yang tepat. Jika Ibu sehat, ibu akan lebih menikmati masa kehamilan, dan si Kecil pun akan tumbuh sehat dalam kandungan, bahkan hingga sesudah persalinan!