Ketika si Kecil sudah bisa berdiri tanpa bantuan, itu artinya ia sudah memiliki keseimbangan yang bisa menjadi bekalnya untuk menuju langkah pertamanya. Inilah momen penting bagi si Kecil yang membutuhkan banyak bantuan dari Ibu.

Saat belajar berjalan, si Kecil akan mengerahkan segala kemampuan untuk menjaga keseimbangannya. Akan selalu ada momen ketika ia gagal dan jatuh. Selain berperan membantu dan mendorongnya agar tidak menyerah, Ibu juga harus pastikan memberinya sarana dan prasarana yang aman dan tetap memperhatikan kebersihan dan higienitas si Kecil dalam mendukungnya belajar berjalan. Apa saja? Inilah 5 cara terbaik yang bisa Ibu lakukan untuk membantu si Kecil belajar berjalan.

1. Mulailah tanpa alas kaki

Ketika si Kecil mulai belajar berjalan untuk pertama kali, pastikan ia tidak mengenakan alas kaki, seperti kaos kaki atau sepatu. Fungsinya, untuk melatih kekuatan cengkeraman telapak kaki sekaligus melatih indera peraba di kakinya. Yang penting, jauhkan barang-barang di lantai yang dapat melukai kaki si Kecil.

Ibu juga bisa mengajak si Kecil belajar jalan di luar rumah, seperti di rumput, di atas tanah, pasir, matras busa, dan air. Dengan begitu, ia akan merasakan perbedaan tekstur tempat ia berjalan. Mungkin ia akan sedikit merasa geli dan kotor, tapi tidak apa-apa. Anda bisa mencuci kakinya dengan air dan sabun antiseptik setelah belajar berjalan di luar rumah.

2. Pastikan lantai aman dan bersih

Ketika si Kecil mulai menunjukkan kemandirian dengan ingin berjalan sendiri, ia tak mau lagi sering-sering digendong oleh Ibu ataupun pengasuhnya. Ia akan lebih memilih berjalan sendiri di lantai rumah, meski dengan langkah tertatih-tatih. Di saat seperti ini, pastikan area rumah, terutama lantai, selalu dalam kondisi bersih. Rutinlah menyapu dan mengepel lantai setiap hari, dan kalau perlu gunakan cairan antiseptik untuk memastikan lantai bebas kuman.

Pastikan juga tak ada  benda-benda tajam yang berserakan di lantai. Selain berbahaya, juga berpotensi melukai si Kecil. Punguti juga setiap kertas, koran, atau lap yang ada di lantai. Ini berpotensi membuat si Kecil terpeleset. Jangan sampai si Kecil kapok belajar jalan gara-gara kecelakaan kecil di rumah.

3. Bersiap dengan kemungkinan Si Kecil terjatuh

Langkah awal si Kecil pasti tidak langsung berjalan mulus. Selalu ada kemungkinan si Kecil terjatuh saat berusaha jalan pertama kali. Saat si Kecil sudah mulai menunjukkan tanda-tanda berjalan, pastikan Ibu selalu sedia obat luka luar yang mudah dijangkau ketika si Kecil tiba-tiba terjatuh.

Menghindari infeksi luka, sebaiknya Ibu menggunakan cairan antiseptik yang dilarutkan dalam air bersih untuk membersihkan luka si Kecil

4. Gunakan mainan favorit

Rangsang kemampuan berjalan si Kecil dengan mainan favoritnya, misalnya boneka, bola, atau apapun. Minta ia mendekati mainan favoritnya sambil berjalan. Dengan begitu, ia akan semakin bersemangat untuk berlatih.

5. Gunakan alat bantu

Alat bantu yang dimaksud di sini bukanlah baby walker, melainkan apa saja yang bisa dipergunakan untuk membantu si Kecil belajar berjalan. Misalnya, troli belanjaan saat ikut Ibu belanja di supermarket, stroller miliknya yang diisi dengan mainan agar tidak terlalu ringan saat didorong, serta kardus yang cukup besar dan tidak terlalu ringan. Biarkan si Kecil berjalan sambil mendorong benda-benda tersebut. Cara ini pasti akan menyenangkan untuknya.